ASOE HABA :
Home » » Neurok, Majalah Bahasa Aceh Pertama

Tidak lama lagi Aceh akan memiliki sebuah majalah berbahasa aceh yang telah di cita-citakan sejak lama. Majalah ini di prakarsai oleh Ayah Panton dan beberapa rekan pers nasianal asal Aceh dan beberapa budayawan di Banda Aceh.
Majalah Neurok akan menampilkan berbagai khasanah ke acehan yang di ramu dengan design art di tiap lembar halamannya, selain dari itu sajian rubrikasi seperti kamus Aceh, kuliner, adat, serta berita kekinian Aceh. menurut Ayah Panton, Majalah Neurok ini akan terbit pada pertengahan Maret dengan menimbang banyak hal, baik dari segi persiapan yang harus matang, persiapan lainnya seperti  pengumpulan data yang sampai saat ini terus berlangsung .

Ayah Panton menambahkan, “ Majalah ini akan menjadi tonggak bagi bahasa Aceh yang benar-benar baku, karena olah bahasanya di sesuaikan dengan ejaan bahasa Aceh yang menggunakan dia kritik. Penelusuran kami tentang abjat aceh ternyata tidak mengikuti akar melayu tetapi mengikuti tulisan paku di mesir yang berkembang ke daratan eropa seperti Francis dan Jerman yang sama-sama menggunakan dia kritik atas abjad-abjad dalam bahasa tulis mereka. Dari sinilah kami beranjak untuk meluruskan semua ini, agar semua masyarakat Aceh tahu darimana asal abjad tulisan mereka,” ungkapnya.

Penggunaan dia kritik dalam tulisan Aceh menurut Badrul Fadhil yang juga salah satu penentu di majalah ini, haruslah di biasakan, sebab ini merupakan akar budaya yang telah lama terkubur. Mimpi untuk mewujudkan tulisan Aceh yang benar di sinilah kita mulai. Namun untuk mengentaskan ini semua perlu sosialisasi yang gencar pada masyarakat kita atas apa yang sudah kita bangun bersama, dan di Neurok –lah jawaban itu” Jelasnya.

Wujud lain dari penerbitan Majalah Neurok yang bermisi menyelamatkan khasanah budaya, menurut Jauhari Samalanga, Neurok nantinya akan berwujud semesta Aceh yang luas dengan memperhitungkan khasanah-khasanah lokal yang terus-menerus di munculkan sehinga peradaban Aceh kian jelas dan terbuka. Hematnya, meski perlu kerja keras untuk mewujudkan semua ini. “Kita membutuhkan konsep jitu dan elegan untuk mejadikan Neurok sebagai media satu-satunya berbahasa  Aceh di dunia, tentunya dengan menyesuaikan kondisi kekinian Aceh, yang pada Akhirnya majalah ini akan menjadi pondasi bahasa Aceh yang baku dan bisa di mengerti dan di famahi oleh banyak orang, tidak terkecuali masyarakat Aceh yang berada di Aceh, Indonesia maupun yang berada di luar negeri bahkan orang non Aceh sekalipun. Usaha-usaha ini terus kita lakukan step by step sehingga mengakar dan langgeng.”paparnya.

Mahfud menambahkan, “Majalah Neurok nantinya akan menglobal dalam pemasarannya, menurutnya, majalah ini akan kita pasarkan dalam berbagai model, baik pemasaran konvensional, jaringan maupun pertemanan. Kondisi ini memungkinkan karena majalah ini sudah di kabarkan ke beberapa negara sebelum terbit dan mendapat tanggapan positif dari berbagai komunitas Aceh yang berada di luar negeri. Bahkan untuk jabotabek majalah ini sudah di pesan banyak komunitas Aceh di sana. Harapan mereka segera kita wujudkan dengan penerbitan perdana yang nantinya akan kita luncurkan di pertengahan bulan maret 2013,” cetus direktur Aceh Media Kreasindo ini.(Rahmad Sanjaya) (atjeharts)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. acehLAMhaba - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger